Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Renungan Harian Katolik Senin 23 Januari 2023

Renungan Harian Katolik Senin 23 Januari 2023 - Pada Renungan Harian Katolik hari ini Senin 23 Januari 2023 dalam liturgi Gereja Katolik Tahun A/I 2023 merupakan Hari keenam Pekan Doa Sedunia dengan warna Liturgi Hijau.

Renungan Harian Katolik Senin 23 Januari 2023,Renungan Katolik Senin 23 Januari 2023,Bacaan Senin 23 Januari 2023 Katolik,Bacaan Liturgi Senin 23 Januari 2023,Bacaan Katolik Senin 23 Januari 2023,Bacaan Harian Katolik Senin 23 Januari 2023,Katolik Renungan Harian Senin 23 Januari 2023,Renungan Pagi Katolik Senin 23 Januari 2023,Khotbah Katolik Senin 23 Januari 2023,Bacaan Misa Senin 23 Januari 2023,Homili Katolik Senin 23 Januari 2023,Bacaan Liturgi Katolik Senin 23 Januari 2023,Renungan Katolik Harian Senin 23 Januari 2023,Liturgi Harian Katolik Senin 23 Januari 2023,Bacaan dan Renungan Senin 23 Januari 2023,Ibadah Katolik Senin 23 Januari 2023,Renungan Iman Katolik Senin 23 Januari 2023,Bacaan Misa Harian Senin 23 Januari 2023,Bacaan Injil Senin 23 Januari 2023,Doa Harian Katolik Senin 23 Januari 2023,Doa Katolik Senin 23 Januari 2023
Renungan Harian Katolik 23
{tocify} $title={Daftar isi}

Renungan Katolik Senin 23 Januari 2023

Berikut ini adalah daftar bacaan dan Renungan Harian Katolik Senin 23 Januari 2023 dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Renungan Harian Katolik Senin 23 Januari 2023
Bacaan Pertama Ibrani 9:15,24-28
Mazmur Tanggapan Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4,5-6
Bait Pengantar Injil 2 Timotius 1:10b
Bacaan Injil Markus 3:22-30

Renungan Harian Katolik 23 Januari 2023

Adapun Bacaan dan Renungan Harian Katolik Senin 23 Januari 2023 adalah sebagai berikut.

Bacaan Pertama Ibrani 9:15,24-28

"Darah Kristus akan menyucikan hati nurani kita."

Saudara-saudara, Kristus adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah dipanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.

Kristus telah masuk ke dalam tempat kudus bukan yang buatan tangan manusia, yang hanya merupakan gambaran dari tempat kudus yang sejati, tetapi ke dalam surga sendiri untuk menghadap hadirat Allah demi kepentingan kita.

Ia pun tidak berulang-ulang masuk untuk mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana imam agung setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus mempersembahkan darah yang bukan darahnya sendiri.

Sebab kalau demikian, Kristus harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang ternyata, pada zaman akhir ini, Ia hanya satu kali saja menyatakan diri, untuk menghapuskan dosa lewat kurban-Nya.

Manusia ditetapkan Allah untuk mati hanya satu kali, dan sesudah itu dihakimi. Demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengurbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.


$ADS={1}

Mazmur Tanggapan Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4,5-6

Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.

1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.

2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang daripada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa, Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.

3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!

4. Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring, bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan!

Bait Pengantar Injil 2 Timotius 1:10b

Ref. Alleluya.

Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut, dan menerangi hidup dengan Injil.

Bacaan Injil Markus 3:22-30

"Kesudahan setan telah tiba."

Pada suatu hari datanglah ahli-ahli Taurat dari Yerusalem dan berkata tentang Yesus, "Ia kerasukan Beelzebul!" Ada juga yang berkata, "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan."

Maka Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan, "Bagaimana Iblis dapat menusir Iblis? Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.

Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri, kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, malahan sudah tamatlah riwayatnya! Camkanlah, tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat, untuk merampas harta bendanya, kecuali kalau ia mengikat lebih dahulu orang kuat itu.

Lalu barulah ia dapat merampok rumah itu. Aku berkata kepadamu: Sungguh, semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan.

Tetapi apabila seseorang menghujat Roh Kudus, ia tidak akan mendapat ampun untuk selama-lamanya, sebab dosa yang dilakukannya adalah dosa yang kekal." Yesus berkata demikian karena mereka bilang bahwa Ia kerasukan roh jahat.

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.


$ADS={2}

Renungan Harian Katolik Senin 23 Januari 2023

Dalam ajaran Gereja, Katekismus Gereja Katolik  no. 1035 menejelaskan bahwa “Ajaran Gereja mengatakan bahwa ada neraka, dan bahwa neraka itu berlangsung sampai selama-lamanya.

Jiwa orang-orang yang mati dalam keadaan dosa berat, masuk langsung sesudah kematian ke dunia orang mati, di mana mereka mengalami siksa neraka, “api abadi”.

Penderitaan neraka yang paling buruk adalah terpisahan abadi dengan Allah; hanya di dalam Dia manusia dapat menemukan kehidupan dan kebahagiaan, karena untuk itulah ia diciptakan dan itulah yang ia rindukan.”

Artinya manusia yang secara definitif menolak Allah, sudah pastilah masuk dalam sika api abadi ini. Menolak Allah berarti ‘terpisah abadi dengan Allah’.

Dalam Audiensi Umum pada hari Rabu, 28 Juli 1999, Bapa Suci Yohanes Paulus II merefleksikan neraka sebagai penolakan definitif terhadap Tuhan. Bapa Suci juga menjelaskan bahwa “neraka merupakan konsekuensi pokok dari dosa itu sendiri….

Daripada tempat, neraka lebih menyatakan keadaan mereka yang secara bebas dan definitif memisahkan diri dari Tuhan, sumber dari segala kehidupan dan kebahagiaan.”

Maka neraka bisa dialami bahkan oleh manusia yang sekarang masih hidup. Hidupnya yang terpisah dari Allah menjadi sumber bencana dan kesengsaraan yang mendalam.

Injil hari ini mengingatkan kita untuk mempunyai sikap yang menjauhi neraka: membangun kesatuan dengan Allah sendiri. Barang siapa bersekutu dengan Allah, maka hidupnya berada dalam rahmat keselamatan kekal.

Allah sudah menyatakan diri-Nya, manusia lah yang sekarang menanggapi tawaran Allah itu. Manusia diberi kebebasan.

Yang menerima Dia, maka hidupnya dalam kesatuan dengan Allah. Sementara yang menolak Dia, hidupnya akan terpecah-pecah. Panggilan kita sebagai orang beriman adalah senantiasa bersatu dengan Allah.

Diri kita sendiri sudah menggambarkan indahnya kesatuan itu. Kita bisa merasakan bagaimana hancurkan diri sendiri jika tidak ada kesatuan antara hati, pikiran, dan tubuh kita. Kita mengenal yang namanya kepribadian ganda.

Kita bisa melihat bagaimana ‘anehnya’ orang yang demikian. Maka integritas diri menjadi mutlak perlu dalam hidup.

Orang yang berbahagia adalah orang yang mempunyai integritas dalam dirinya sendiri. Dia mampu menyatukan antara hati, pikiran, dan tubuhnya.

Demikian juga dalah rumah tangga maupun dalam perusahaan. Jika tidak ada kesatuan, hancurlah semuanya. Kesatuan bukan hanya berarti kemana-mana harus bersama, atau semuanya harus seragam.

Membangun kesatuan berarti bersama-sama mempunyai komitmen untuk menuju visi misi yang sama, meskipun dengan cara yang berbeda.

Membangun kesatuan berani kemauan untuk menerima dan mengampuni yang lain. Maka jika ada kekurangan, bersama-sama dilengkapi; jika ada kesalahan, bersama-sama diperbaiki.

Seorang yang beranjak tua merasa telah berbuat dosa yang tak terampuni. Karena dihantui perasaan bersalah, ia mempunyai anggapan keliru bahwa Allah tak akan mengampuninya.

Kemudian sebuah pertanyaan terlintas dalam benaknya: Kalau saya masuk neraka, apa yang akan saya kerjakan di sana? Ia berpikir, saya akan mengajak penghuni lainnya untuk berdoa.

Ia segera sadar kalau ketakutannya itu tidak masuk akal. Ia sadar bahwa selama bertahun-tahun ia telah percaya bahwa Kristus adalah Juruselamatnya, dan ia sangat ingin mengenal dan menyenangkan Allah. Inilah bukti bahwa Roh Allah benar-benar hidup di dalam hatinya.

Banyak orang kristiani yang sensitif takut kalau-kalau telah melakukan atau mengatakan sesuatu yang tak terampuni. Mungkin berupa hujatan yang terlintas dalam pikiran mereka.

Meskipun mereka mengakuinya di hadapan Allah, tetapi mereka tetap bertanya-tanya apakah mereka telah berbuat dosa yang tidak akan diampuni Allah.

Dosa apakah yang tak terampuni? Dalam Markus 3:22-30, kita menjumpai para ahli Taurat yang menuduh Yesus membuat mukjizat dengan kuasa penghulu setan.

Saat ini kita tidak mungkin melakukan dosa seperti para ahli Taurat yang menuduh Yesus karena Yesus sudah tidak hadir secara fisik di dunia.

Satu-satunya dosa yang tak terampuni adalah dengan selalu dan sengaja menolak kesaksian Roh Kudus bahwa Yesus adalah Juruselamat.

Tidak ada dosa yang tak terampuni selain penolakan total terhadap Kristus. Dengan kasih karunia-Nya, Dia mengampuni semua orang yang datang kepada-Nya.

Doa Penutup

Allah Bapa kami, melalui Yesus Kristus, Putra-Mu, Engkau telah memanggil kami untuk bertobat dan percaya kepada Injil. Kami mohon, berilah kami keberanian untuk menanggapi panggilan-Mu dan menempuh jalan yang ditunjukkan oleh Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Engkau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Demikianlah Bacaan dan Renungan Harian Katolik Senin 23 Januari 2023.

Renungan Harian Katolik.***