Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Renungan Harian Katolik Selasa 24 Januari 2023

Renungan Harian Katolik Selasa 24 Januari 2023 - Pada Renungan Harian Katolik hari ini Selasa 24 Januari 2023 dalam liturgi Gereja Katolik Tahun A/I 2023 merupakan Peringatan Wajib St. Fransiskus dari Sales dengan warna Liturgi Putih.

Renungan Harian Katolik Selasa 24 Januari 2023,Renungan Katolik Selasa 24 Januari 2023,Bacaan Selasa 24 Januari 2023 Katolik,Bacaan Liturgi Selasa 24 Januari 2023,Bacaan Katolik Selasa 24 Januari 2023,Bacaan Harian Katolik Selasa 24 Januari 2023,Katolik Renungan Harian Selasa 24 Januari 2023,Renungan Pagi Katolik Selasa 24 Januari 2023,Khotbah Katolik Selasa 24 Januari 2023,Bacaan Misa Selasa 24 Januari 2023,Homili Katolik Selasa 24 Januari 2023,Bacaan Liturgi Katolik Selasa 24 Januari 2023,Renungan Katolik Harian Selasa 24 Januari 2023,Liturgi Harian Katolik Selasa 24 Januari 2023,Bacaan dan Renungan Selasa 24 Januari 2023,Ibadah Katolik Selasa 24 Januari 2023,Renungan Iman Katolik Selasa 24 Januari 2023,Bacaan Misa Harian Selasa 24 Januari 2023,Bacaan Injil Selasa 24 Januari 2023,Doa Harian Katolik Selasa 24 Januari 2023,Doa Katolik Selasa 24 Januari 2023
Renungan Harian Katolik Selasa 24 Januari 2023

Renungan Katolik Selasa 24 Januari 2023

Berikut ini adalah daftar bacaan dan Renungan Harian Katolik Selasa 24 Januari 2023 dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Renungan Harian Katolik Selasa 24 Januari 2023
Bacaan Pertama Ibrani 10:1-10
Mazmur Tanggapan Mzm. 40:2,4ab,7-8a,10,11
Bait Pengantar Injil Alleluya
Bacaan Injil Markus 3:31-35

Renungan Harian Katolik 24 Januari 2023

Adapun Bacaan dan Renungan Harian Katolik Selasa 24 Januari 2023 adalah sebagai berikut.

Bacaan Pertama Ibrani 10:1-10

"Aku datang untuk melaksanakan kehendak-Mu, ya Allah."

Saudara-saudara, di dalam Taurat hanya terdapat bayangan dari keselamatan yang akan datang, bukan hakikat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu, dengan kurban yang sama, yang setiap tahun diulangi, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang ambil bagian di dalamnya.

Sebab jika hal itu mungkin, pasti orang tidak lagi mempersembahkan kurban itu; mereka yang melakukan ibadah itu tidak lagi merasa berdosa, sebab telah disucikan sekali untuk selama-lamanya.

Tetapi justru oleh kurban-kurban itu setiap tahun orang diperingatkan akan dosa-dosa mereka. Sebab tidak mungkin darah lembu atau domba jantan menghapus dosa! Karena itu ketika Kristus masuk ke dunia, Ia berkata, “Kurban dan persembahan tidak Engkau kehendaki! Sebagai gantinya Engkau telah menyediakan tubuh bagiku.

Kepada kurban bakaran dan kurban penghapus dosa Engkau juga tidak berkenan. Maka Aku berkata: Lihatlah, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allahku, sebagaimana tertulis dalam gulungan Kitab tentang Aku.

Jadi mula-mula Ia berkata, “Engkau tidak menghendaki kurban dan persembahan; Engkau tidak berkenan akan kurban bakaran dan kurban penghapus dosa” – meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat.

Dan kemudian Ia berkata, “Lihat, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.” Jadi yang pertama telah Ia hapuskan untuk menegakkan yang kedua. Dan karena kehendak Allah inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan Tubuh Yesus Kristus.

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 40:2,4ab,7-8a,10,11

Ref. Ya Tuhan, aku datang melakukan kehendak-Mu.

1. Aku sangat menanti-nantikan Tuhan; lalu Ia menjengukku dan mendengar teriakku minta tolong. Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita.

2. Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan, tetapi Engkau telah membuka telingaku; kurban bakar dan kurban silih tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata, “Lihatlah, Tuhan, aku datang!”

3. Aku mengabarkan keadilan di tengah jemaat yang besar, bibirku tidak kutahan terkatup; Engkau tahu itu, ya Tuhan.

4. Keadilan-Mu tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan dan keselamatan-Mu kubicarakan, kasih dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan tapi kuwartakan kepada jemaat yang besar.

Bait Pengantar Injil Alleluya

Ref. Alleluya.

Terpujilah Engkau, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana. Alleluya.

Bacaan Injil Markus 3:31-35

"Barangsiapa melaksanakan kehendak Allah, dialah saudara-Ku."

Sekali peristiwa datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus ke tempat Ia sedang mengajar. Mereka berdiri di luar, lalu menyuruh orang memanggil Yesus. Waktu itu ada orang banyak duduk mengelilingi Dia; mereka berkata kepada Yesus, “Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.”

Jawab Yesus kepada mereka, “Siapa ibu-Ku? Siapa saudara-saudara-Ku?” Yesus memandang orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu, lalu berkata, “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku!”

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Selasa 24 Januari 2023

Pernyataan Yesus tentang siapa saudara-saudaranya mengajak kita untuk merenung lebih dalam. Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” Mrk 3:35.

Melalui pertanyaan ini bukan berarti Yesus menyangkal bahwa Maria adalah ibu-Nya dan orang-orang yang di luar itu adalah saudara-saudara-Nya. Tetapi, Yesus mau menegaskan bahwa bagi-Nya bukan keluarga-Nya yang “utama”.

Dalam hal ini, Yesus mengajak untuk membangun relasi yang lebih mendalam, bukan hanya persaudaraan fisik, tetapi yang lebih penting membangun persaudaraan spiritual.

Kehendak Allah yang utama dan pertama-tama tidak lain adalah perintah bagi kita semua agar hidup saling mengasihi sebagaimana Allah telah mengasihi kita.

Kasih Allah kepada kita kiranya antara lain diusahakan dengan nyanyian “Kasih Ibu”, yaitu “Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia”.

Kasih Allah kepada kita memang tak terhingga, sepanjang masa, bagaikan sang surya menyinari dunia, maka marilah kita senantiasa hidup saling mengasihi tanpa syarat sampai mati.

Lewat karunia-karunia Roh Kudus-Nya, Ia telah menganugerahkan kepada kita semua segalanya yang kita butuhkan untuk menghayati kehidupan sebagai anggota keluarga rohani ini – melakukan kehendak-Nya, untuk melayani-Nya, untuk mengasihi-Nya dan sesama kita, dan untuk membawa lebih banyak lagi jiwa-jiwa kepada-Nya.

Konsekwensi bagi kita adalah beranikah senantiasa membangun relasi dengan Yesus? Bagi Yesus, hanya orang yang mengasihi Dia melebihi keluarga, yang dapat menjadi murid-Nya. Yang Yesus maksudkan, kita harus menempatkan Dia di atas segalanya.

Ini tidak selalu berarti kita harus menyingkirkan keluarga kita. Yang harus menjadi prinsip kita ialah kasih kepada Yesus harus diutamakan. Artinya, seorang Kristen seharusnya tidak menjadikan keluarganya sebagai alasan untuk menempatkan Kristus di tempat nomor dua.

Doa Penutup

Allah Bapa Mahakuasa dan kekal, kehendak-Mu telah terlaksana sepenuhnya pada diri Yesus Mesias, Tuhan kami, yang taat setia melakukan kehendak-Mu.

Kami mohon, semoga kami dapat menemukan dan memahami kehendak-Mu dan mewujudkan kedamaian dalam tingkah laku kami sehari-hari.

Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Demikianlah Bacaan dan Renungan Harian Katolik Selasa 24 Januari 2023.

Renungan Harian Katolik.***

Baca Selengkapnya.