Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Renungan Harian Katolik Rabu 11 Januari 2023

Renungan Harian Katolik Rabu 11 Januari 2023 - Pada Renungan Harian Katolik hari ini Rabu 11 Januari 2023 dalam liturgi Gereja Katolik Tahun A/I 2023 merupakan Hari Biasa dengan warna Liturgi Hijau.

Renungan Harian Katolik Rabu 11 Januari 2023,Renungan Katolik Rabu 11 Januari 2023,Bacaan Rabu 11 Januari 2023 Katolik,Bacaan Liturgi Rabu 11 Januari 2023,Bacaan Katolik Rabu 11 Januari 2023,Bacaan Harian Katolik,Katolik Renungan Harian Rabu 11 Januari 2023,Renungan Pagi Katolik Rabu 11 Januari 2023,Khotbah Katolik Rabu 11 Januari 2023,Bacaan Misa Rabu 11 Januari 2023,Homili Katolik Rabu 11 Januari 2023,Bacaan Liturgi Katolik Rabu 11 Januari 2023,Renungan Katolik Harian Rabu 11 Januari 2023,Liturgi Harian Katolik Rabu 11 Januari 2023,Bacaan dan Renungan Rabu 11 Januari 2023,Ibadah Katolik Rabu 11 Januari 2023,Renungan Iman Katolik Rabu 11 Januari 2023,Bacaan Misa Harian Rabu 11 Januari 2023,Bacaan Injil Rabu 11 Januari 2023,Doa Harian Katolik Rabu 11 Januari 2023,Doa Katolik Rabu 11 Januari 2023
Renungan Harian Katolik Rabu 11 Januari 2023
{tocify} $title={Daftar isi}

Renungan Katolik Rabu 11 Januari 2023

Berikut ini adalah daftar bacaan dan Renungan Harian Katolik Rabu 11 Januari 2023 dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Renungan Harian Katolik Rabu 11 Januari 2023
Bacaan Pertama Ibrani 2:14-18
Mazmur Tanggapan Mzm. 105:1-2,3-4,6-7,8-9
Bait Pengantar Injil Alleluya PS 952
Bacaan Injil Markus 1:29-39

Renungan Harian Katolik 11 Januari 2023

Adapun Bacaan dan Renungan Harian Katolik Rabu 11 Januari 2023 adalah sebagai berikut.

Bacaan Pertama Ibrani 2:14-18

"Yesus harus menjadi sama dengan saudara-saudara-Nya."

Saudara-saudara, orang-orang yang dipercayakan Allah kepada Yesus adalah anak-anak dari darah dan daging. Maka Yesus juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya melalui kematian-Nya, Yesus memusnahkan dia, yakni Iblis, yang berkuasa atas maut;

dan supaya dengan jalan demikian Yesus pun membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan karena takut akan maut. Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang dikasihi-Nya, melainkan keturunan Abraham.

Itulah sebabnya, dalam segala hal Yesus harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan, dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.


$ADS={1}

Mazmur Tanggapan Mzm. 105:1-2,3-4,6-7,8-9

Ref. Tuhan adalah kasih setia bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya.

1. Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya, maklumkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa. Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!

2. Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersuka-hati orang-orang yang mencari Tuhan. Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya!

3. Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya! Dialah Tuhan, Allah kita, ketetapan-Nya berlaku di seluruh bumi.

4. Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan; akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.

Bait Pengantar Injil Alleluya PS 952

Ref. Alleluya, alleluya, alleluya

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku. Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku.

Bacaan Injil Markus 1:29-39

"Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit."

Sekeluarnya dari rumah ibadat di Kapernaum, Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.

Yesus pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Yesus membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.

Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.

Keesokan harinya, waktu hari masih gelap, Yesus bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi, dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Yesus.

Waktu menemukan Yesus, mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau." Jawab Yesus, "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang."

Lalu pergilah Yesus ke seluruh Galilea, memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.


$ADS={2}

Renungan Harian Katolik Rabu 11 Januari 2023

Pada Renungan Harian Katolik Rabu 11 Januari 2023 ini menceritakan kisah kesembuhan ibu mertua Petrus. Yesus datang ke dunia ini bukan untuk memberikan kesembuhan jasmani, namun Dia datang untuk memberikan kesembuhan rohani, yaitu pembebasan manusia dari belenggu dosa.

Setelah semua yang dilakukan disana, Yesus segera mengajak pergi murid-murid Nya. “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”

Dalam Injil diatas dikisahkan bahwa Yesus mengunjungi keluarga murid-Nya dan menyembuhkan mertua Simon yang sakit dan juga mengusir roh-roh jahat serta banyak orang sakit lain yang Dia sembuhkan.

Yesus menunjukkan mukjizat kesembuhan jasmani, ini dilakukan-Nya sebagai suatu tindakan untuk menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan, yang menjadi pemenuhan nubuat para nabi, dan juga untuk mendukung pengajaran yang akan diberikan, seperti yang terjadi pada penggandaan roti dan ikan untuk menjelaskan tentang Ekaristi.

Yesus datang untuk dunia, semua pelosok dimanapun kita berada. Menjadi permenungan bagi kita adalah, apakah kita menyadari kehadiran kasih dan karunia Yesus di dalam setiap langkah hidup kita?

Ataukah kita kerap lupa dengan kehadiran Nya yang menyertai dan membimbing langkah hidup kita? semestinya kita semakin dewasa untuk semakin mengenal kasih Allah dalam diri Yesus Kristus dan berani menjadi saksi Nya dalam kehidupan bermasyarakat.

Sejak Yesus tampil sebagai pengajar dan pengusir roh jahat di rumah ibadat di Kapernaum (Mrk. 1:21-28), Ia langsung menjadi bahan pembicaraan orang di segala penjuru di seluruh Galilea: “Tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh daerah Galilea” (Mrk. 1:28).

Peristiwa pengusiran roh jahat oleh Yesus dialami sebagai peristiwa yang “tidak biasa” sehingga berita tentang kejadian itu tersebar cepat sekali. Dalam sekejap mata, orang mulai berkumpul, berkerumun, menonton, berkomentar dan bercerita ke mana-mana.

Ingatan orang akan apa yang dilakukan Yesus di rumah ibadat di Kapernaum, kemudian diperkuat lagi dengan peristiwa Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan orang-orang lain (Mrk. 1:29-34).

Markus mengisahkan bahwa setelah pertemuan suci di rumah ibadat, Yesus bersama-sama dengan keempat murid-Nya pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ketika Yesus tiba, para murid memberitahu mengenai kondisi ibu mertua Simon, yang sedang terbaring karena sakit demam.

Suasana hati orang-orang yang datang berkunjung tentu kurang begitu gembira karena diwarnai suasana demam yang diderita oleh ibu mertua Simon. Yesus lalu menghampiri tempat pembaringan ibu mertua Simon itu, sambil memegang tangannya, Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya (Mrk. 1:31). Setelah sembuh, ibu mertua Simon melayani para tamu.

Kehadiran Yesus di rumah Simon tidak hanya membuat ibu mertua Simon sembuh dari sakit demam, tetapi mengubah suasana rumah yang sebelumnya “mendung” menjadi cerah ceria dan penuh sukacita.

Para penduduk Kapernaum, yang tahu tempat Yesus berada, datang membawa orang-orang sakit dan kerasukan setan di depan pintu rumah Simon. Yesus mendekati para penderita sakit. Ia menyembuhkan mereka dan melenyapkan setan-setan.

Betapa gembiranya orang-orang yang disembuhkan dan dibebaskan oleh Yesus. Hidup mereka yang sebelumnya suram karena dikuasai oleh penyakit dan kuasa kejahatan, kini menjadi cerah ceria.

Tindakan Yesus mengubah keadaan manusia. Orang-orang yang disembuhkan dan dibebaskan dari kuasa setan serta orang-orang lain yang menyaksikan tindakan Yesus mulai bercerita tentang peristiwa tersebut.

Yesus tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Ketika para pengikut-Nya masih tidur nyenyak, pagi-pagi benar Yesus bangun, dan pergi ke tempat yang sunyi untuk berdoa. Yesus tentu merenungkan peristiwa semalam itu secara mendalam di hadapan Bapa-Nya dalam doa.

Ia ingin tahu apa yang harus dilakukan-Nya selanjut-Nya. Dalam doa, Yesus mencari kepastian tentang tujuan kedatangan-Nya. Yesus datang untuk melaksanakan kehendak Bapa-Nya, bukan kehendak manusia.

Maka ketika Simon dan kawan-kawannya datang kepada-Nya dan memberitahukan-Nya: “Semua orang mencari Engkau” (Mrk. 1:36), Yesus tidak membiarkan diri-Nya dikuasai oleh kehendak orang-orang yang membutuhkan-Nya.

Yesus tahu, bahwa Ia harus pergi dari orang-orang yang sudah mengenal-Nya dan pergi untuk mencari orang-orang yang belum mengenal kabar baik yang diberitakan-Nya. Ia mengajak para pengikut-Nya: “Mari kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang. Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan” (Mrk. 1:38-39).

Apa makna kisah Injil hari ini bagi kita? Pertama, kehadiran Yesus dalam hidup kita mengubah situasi hidup kita yang suram dan “mendung” karena berbagai alasan menjadi cerah ceria. Yang dituntut dari kita adalah membiarkan diri didatangi Yesus.

Setiap orang yang menerima Yesus akan menikmati kabar baik yang diwartakan-Nya dan mengalami tindakan kasih-Nya. Sebagai pengikut Yesus, kita mesti memberitahu kondisi hidup sesama kita, negara kita dan situasi dunia kita kepada Yesus melalui doa agar dapat diubah oleh Yesus.

Tidak hanya itu, tetapi kita juga harus membawa sesama yang menderita dan terganggu hidupnya kepada Yesus agar merekapun disembuhkan dan dibebaskan oleh Yesus dari berbagai ikatan yang menyengsarakan mereka.

Kedua, relasi dengan Allah dalam doa menjadi kekuatan utama yang memampukan kita untuk membedakan mana kehendak Allah dan mana keinginan manusia. Relasi dengan Allah akan mendatangkan kebijaksanaan yang membuat kita mampu untuk memilih kehendak Allah meski terasa sulit dan berisiko.

Ketiga, mewartakan kabar baik dan menjadi saksi tindakan kasih Yesus merupakan misi utama setiap orang Kristiani. Sebagaimana orang-orang yang disembuhkan dan dibebaskan dari roh jahat akhirnya menjadi pewarta dan saksi Yesus Kristus, kita pun disembuhkan dan dibebaskan dari kuasa kejahatan untuk menjadi pewarta Injil dan saksi Yesus Kristus.

Keempat, kita disembuhkan untuk melayani. Kesembuhan, perubahan suasana hidup, pembebasan dari berbagai kekuatan jahat tidak hanya bersifat personal, melainkan juga bersifat sosial.

Sebagaimana ibu mertua Simon yang langsung melayani tamu setelah disembuhkan oleh Yesus, demikian pula penyembuhan, pembebasan dan perubahan yang kita alami dimaksudkan agar kita menjadi pelayan bagi sesama. Semoga kita senantiasa menyadari bahwa kitapun disembuhkan untuk melayani sesama.

Doa Penutup

Allah Bapa kami di surga, siapakah Engkau sehingga memperkenankan kami ikut serta dalam hidup-Mu. Kami mohon, semoga perjanjian-Mu Kauperbarui setiap hari dan semoga kami semakin mengimani bahwa Engkaulah Allah dan Bapa kami.

Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Demikianlah Bacaan dan Renungan Harian Katolik Rabu 11 Januari 2023.

Renungan Harian Katolik.***