Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Renungan Harian Katolik Jumat 13 Januari 2023

Renungan Harian Katolik Jumat 13 Januari 2023 - Pada Renungan Harian Katolik hari ini Jumat 13 Januari 2023 dalam liturgi Gereja Katolik Tahun A/I 2023 merupakan Peringatan Fakultatif St Hilarius, Uskup dan Pujangga Gereja dengan warna Liturgi Hijau.

Renungan Harian Katolik Jumat 13 Januari 2023,Renungan Katolik Jumat 13 Januari 2023,Bacaan Jumat 13 Januari 2023 Katolik,Bacaan Liturgi Jumat 13 Januari 2023,Bacaan Katolik Jumat 13 Januari 2023,Bacaan Harian Katolik Jumat 13 Januari 2023,Katolik Renungan Harian Jumat 13 Januari 2023,Renungan Pagi Katolik Jumat 13 Januari 2023,Khotbah Katolik Jumat 13 Januari 2023,Bacaan Misa Jumat 13 Januari 2023,Homili Katolik Jumat 13 Januari 2023,Bacaan Liturgi Katolik Jumat 13 Januari 2023,Renungan Katolik Harian Jumat 13 Januari 2023,Liturgi Harian Katolik Jumat 13 Januari 2023,Bacaan dan Renungan Jumat 13 Januari 2023,Ibadah Katolik Jumat 13 Januari 2023,Renungan Iman Katolik Jumat 13 Januari 2023,Bacaan Misa Harian Jumat 13 Januari 2023,Bacaan Injil Jumat 13 Januari 2023,Doa Harian Katolik Jumat 13 Januari 2023,Doa Katolik Jumat 13 Januari 2023
Renungan Harian Katolik Jumat 13 Januari 2023
{tocify} $title={Daftar isi}

Renungan Katolik Jumat 13 Januari 2023

Berikut ini adalah daftar bacaan dan Renungan Harian Katolik Jumat 13 Januari 2023 dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Renungan Harian Katolik Jumat 13 Januari 2023
Bacaan Pertama Ibrani 4:1-5.11
Mazmur Tanggapan Mzm 78:3.4bc.6c-7.8
Bait Pengantar Injil Alleluya
Bacaan Injil Markus 2:1-12

Renungan Harian Katolik 13 Januari 2023

Adapun Bacaan dan Renungan Harian Katolik Jumat 13 Januari 2023 adalah sebagai berikut.

Bacaan Pertama Ibrani 4:1-5.11

"Baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam istirahat Allah."

Saudara-saudara, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku.

Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya.

Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan: "Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku," sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan.

Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: "Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya." Dan dalam nas itu kita baca: "Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku."

Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.


$ADS={1}

Mazmur Tanggapan Mzm 78:3.4bc.6c-7.8

Ref. Semoga karya Allah jangan dilupakan selama-lamanya.

1. Karya Allah telah kami dengar dan kami ketahui, dan diceritakan kepada kami oleh para leluhur. Kami meneruskannya kepada angkatan yang kemudian: puji-pujian kepada Tuhan dan kekuatan-Nya, serta perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya.

2. Supaya anak cucu mereka menceritakannya pula kepada anak turunan mereka; supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang teguh perintah-perintah-Nya.

3. Jangan sampai seperti nenek moyangnya, mereka menjadi angkatan pendurhaka dan pemberontak, angkatan yang tidak lurus hati, dan jiwanya tidak setia kepada Allah.

Bait Pengantar Injil Alleluya

Ref. Alleluya.

Seorang nabi agung telah muncul di tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya. Alleluya.

Bacaan Injil Markus 2:1-12

"Di dunia ini Anak Manusia memiliki kuasa pengampunan dosa."

Selang beberapa hari sesudah Yesus datang ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak.

Sementara Yesus memberitakan sabda kepada mereka, beberapa orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya ke hadapan Yesus karena orang banyak itu.

Maka mereka membuka atap yang di atas Yesus. Sesudah atap terbuka, mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Melihat iman mereka, berkatalah Yesus kepada orang lumpuh itu, “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” Tetapi di situ duduk juga beberapa ahli Taurat.

Mereka berpikir dalam hati, “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah! Siapa yang dapat mengampuni dosa selain Allah sendiri?” Tetapi Yesus langsung tahu dalam hati-Nya bahwa mereka berpikir demikian; maka Ia berkata kepada mereka, “Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?

Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh itu ‘Dosamu sudah diampuni’ atau mengatakan ‘Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah’? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa.”

lalu berkatalah Yesus kepada orang lumpuh itu - : “Kepadamu Kukatakan: Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu, dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya, dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu. Mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya, “Yang seperti ini belum pernah kita lihat!”

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.


$ADS={2}

Renungan Harian Katolik Jumat 13 Januari 2023

Pada Renungan Harian Katolik Jumat 13 Januari 2023 hari ini dalam bacaan injil menceritakan tentang seorang lumpuh yang disembuhkan oleh Yesus dan yang dosa-dosanya diampuni oleh-Nya.

Melihat iman orang-orang yang telah bersusah payah menolong si lumpuh, Yesus berkata: “Hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni!” (Mrk 2:5). Orang lumpuh ini telah menjadi beban bagi para tetangganya.

Bayangkanlah bagaimana susahnya mereka ketika menurunkan si lumpuh dari atap di atas Yesus untuk disembuhkan oleh-Nya. Mengapa sampai-sampai lewat atap rumah? Karena tidak mungkin lagi bagi mereka untuk masuk ke rumah itu secara normal melalui pintu.

Tuhan Yesus lebih berkuasa mengampuni orang berdosa. Penyakit yang diderita orang lumpuh itu jelas merupakan keprihatinan masyarakat pada waktu itu. Yesus menyembuhkan dirinya dan mengirim seorang pribadi yang “sehat” kembali ke lingkungan masyarakatnya.

Akan tetapi, di tempat itu hadir juga beberapa ahli Taurat. Mereka berpikir dalam hati bahwa Yesus menghujat Allah, karena Allah sendirilah yang dapat mengampuni dosa seorang pribadi . Namun Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya pikiran para ahli Taurat tersebut.

Allah memiliki kuasa untuk menyembuhkan orang sakit dan membuat mukjizat-mukjizat, oleh karena itu, dalam upaya kita membawa terang Yesus Kristus kepada orang-orang lain, kita harus senantiasa waspada dan siap menghadapi situasi-situasi di mana kita didorong oleh Roh-Nya untuk menyembuhkan orang-orang sakit.

Dengan demikian, bila ada sesama kita yang sedang sakit dan tentunya membutuhkan kesembuhan fisik, baiklah kita menawarkan diri untuk berdoa bersama orang itu. Kita tidak memerlukan rumusan doa yang istimewa; kita hanya perlu berdoa dalam iman sambil mengharapkan Allah melakukan hal-hal besar.

Doa Penutup

Allah Bapa Yang Maharahim, karena begitu besar cinta kasih-Mu kepada kami sehingga Engkau berkenan mengampuni dosa-dosa kami dan mengutus Putra-Mu untuk memulihkan hubungan kami kembali dengan-Mu.

Semoga Gereja-Mu tetap setia untuk melanjutkan karya keselamatan Putra-Mu itu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Demikianlah Bacaan dan Renungan Harian Katolik Jumat 13 Januari 2023.

Renungan Harian Katolik.***