Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pemuda Katolik Siap Berkolaborasi dengan Bawaslu Awasi Pemilu 2024

Ketua Bidang Politik dan Kepemiluan PP Pemuda Katolik Beny Wijayanto.

RENUNGANHARIANKATOLIK.WEB.ID - Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik menyatakan kesiapannya berkolaborasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mengawasi pelaksanaan Pemilu 2024. Kesiapan itu disampaikan PP Pemuda Katolik saat turut menghadiri pendidikan pengawas partisipatif (P2P) tingkat nasional yang digelar Bawaslu di Surakarta dan Semarang Jawa Tengah beberapa waktu lalu.


$ADS={1}

Ketua Bidang Politik dan Kepemiluan PP Pemuda Katolik Beny Wijayanto mengapresiasi langkah Bawaslu mendesain pendidikan pengawas partisipatif sebagai upaya menebarkan virus pengawasan pemilu kepada masyarakat. Hal ini mengingat masyarakat pada dasarnya memiliki hak yang otonom untuk mengawasi segala hal yang memiliki dampak pada nasib kehidupannya sendiri termasuk tentang pemilu.


$ADS={2}

“Meskipun dalam UU Pemilu, partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu ini melekat pada tugas Bawaslu akan tetapi sangatlah penting mendorong mereka dalam membangun kesadaran dirinya dalam turut mengawasi pemilu sehingga akan semakin meningkatkan kualitas pemilu dan demokrasi itu sendiri” ujar Beny, Kamis (1/12/2022).


$ADS={2}

Menurut Beny, partisipasi masyarakat cenderung hanya dilekatkan pada penggunaan hak pilih dibandingkan dengan partisipasi dalam pengawasan pemilu. Untuk itu perlu pengawasan pemilu digencarkan di berbagai kalangan masyarakat terutama pada kelompok perempuan, disabilitas, dan masyarakat adat.

“Pemuda Katolik memiliki perhatian besar tentang isu demokrasi dan pemilu terutama terkait dengan meningkatkan peran dan partisipasi masyarakat. Kami tidak ingin rakyat tercerabut dalam percaturan politik yang selalu membicarakan tentang nasib mereka yang tak lebih sebagai obyek komoditas politik “ kata Beny.


$ADS={1}

Melalui ajang P2P tingkat Nasional ini, Beny berharap semakin banyak masyarakat yang sadar dan peduli soal kualitas pemilu dan nasib demokrasi Indonesia ke depan. Ditekankan, kolaborasi menjadi hal penting dalam membangun kesadaran dan kepedulian tersebut.

“Bbagaimana bekerja sama menelurkan gagasan atau ide dalam memecahkan persoalan menuju visi akan situasi ideal yang ingin kita capai dan wujudkan. Visi kita bersama tentu ingin terwujudnya Pemilu 2024 yang berkualitas dan berintegritas serta bermartabat bukan? Jika memang visi itu untuk kebaikan kita bersama mengapa tidak untuk kita gotong bersama? Yuk turut serta awasi pemilu," tegas Beny.

[BERITASATU]