Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gubernur Edy Rahmayadi Puji Keuskupan Agung Medan yang Dirikan Lembaga Pelatihan Kerja Santo Alberto

Peresmian gedung Lembaga Pelatihan Kerja, di Yayasan Pendidikan Santo Alberto, Jumat (2/12/2022).

RENUNGANHARIANKATOLIK.WEB.ID - Keuskupan Agung Medan meresmikan gedung Lembaga Pelatihan Kerja Yayasan Pendidikan Santo Alberto, Jumat (2/12/2022).

Acara peresmian ini dibuka dengan doa dan pemberkatan dari Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFM Cap. Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi juga turut hadir dalam acara ini.

Dalam peresmian tersebut, Mgr. Kornelius Sipayung, OFM Cap menyampaikan cerita sejarah berdirinya gedung dan lahan dimana Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Santo Alberto sekarang berada.

"LPK Santo Alberto ini awalnya adalah Lembaga Teknik Katolik (LTK) Santo Thomas Medan, yang didirikan pada tahun 1992 dan beralamat di Jalan Matahari Raya no. 84-A Medan Helvetia," ujar Mgr. Kornelius Sipayung, OFM Cap.

Adapun tujuan mendirikan LTK Santo Thomas Medan adalah untuk melatih para anak-anak yang putus sekolah agar memiliki kemampuan kerja di bidang merawat, memperbaiki, merakit dan operator di bidang otomotif, jaringan instalasi listrik, elektronik dan komputer.

"Tidak semua anak bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, LPK ini dibuka untuk menampung generasi muda yang punya potensi untuk bisa berkembang dengan bidangnya. Disini disediakan tempat melatih mereka, agar tetap bisa belajar, melatih dan menggali keahlian mereka," ujarnya.

Tujuan mulia pendirian LPK Santo Alberto ini pun dipuji Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. Ia pun menyampaikan rasa syukur masih ada orang-orang yang peduli dengan lapangan kerja masyarakat di Sumut. Hal ini menurutnya sangat membantu kerjanya sebagai seorang Gubernur, dalam mengurangi angka pengangguran.

"Kita punya perguruan tinggi jumlahnya 220, bahkan 9 lagi akan menyusul ni, kita ambil rata-rata 100 saja tiap universitas yang lulus, dikali 220 dalam satu tahun ada 2200 sarjana. Namun, kemaren yang diterima kerja hanya 28 orang, sisanya kemana? Inilah yang bergabung OKP, ormas, dan lain sebagainya," ujar Gubsu.

Menurutnya generasi muda tak hanya harus punya pendidikan tinggi, tapi juga punya keahlian. Banyak diluar sana yang punya nilai tinggi tapi tidak memiliki keahlian yang diminta lapangan kerja.

"Banyak lulusan yang bahkan cumlaude, tapi keahlian belum tentu ada. LPK seperti ini sudah langkah yang tepat untuk melatih para anak muda, saat ini ada 65 SMA dan 35 SMK di Sumut, saya niatnya ini nanti dibalik jumlahnya, SMK kita yang diperbanyak," pungkasnya.

Ketua Panitia Peresmian Johanes Siegfried, SE. menyampaikan seluruh bangunan LPK Santo Alberto telah selesai di bulan Agustus 2021, namun baru bisa diresmikan di tahun ini, sebab covid-19.

Disampaikannya dengan diresmikannya Lembaga Pelatihan Katolik (LPK) St. Alberto, Yayasan Pendidikan Katolik St. Alberto, dapat membantu banyak orang dalam meningkatkan keterampilan.

"Kita berharap lembaga ini semakin membantu banyak orang dalam meningkatkan keterampilan mereka dalam menghasilkan karya dalam bidang konveksi dan welding. Serentak dengan itu, kita berharap pula kualitas dari karya-karya tersebut bisa dirasakan oleh banyak pihak," harap Johanes.

[HETANEWS]