Renungan Harian Katolik Senin 1 Agustus 2022

Renungan Harian Katolik Senin 1 Agustus 2022 Peringatan Wajib St. Alfonsus Maria de Liguori Warna Liturgi Putih. Bacaan Injil: Mat. 14:13-21
Renungan Harian Katolik Senin 1 Agustus 2022

Renungan Harian Katolik Senin 1 Agustus 2022 Peringatan Wajib St. Alfonsus Maria de Liguori Warna Liturgi Putih.

Bacaan Pertama: Yer. 28:1-17

Mazmur Tanggapan: Mzm. 119:29,43,79,80,95,102

Bait Pengantar Injil: Mat 4:4b

Bacaan Injil: Mat. 14:13-21

{tocify} $title={Daftar isi Bacaan}

Bacaan Pertama: Yer. 28:1-17

Dalam tahun itu juga, pada permulaan pemerintahan Zedekia, raja Yehuda, dalam bulan yang kelima tahun yang keempat, berkatalah nabi Hananya bin Azur yang berasal dari Gibeon itu kepadaku di rumah Tuhan, di depan mata imam-imam dan seluruh rakyat: "Beginilah firman Tuhan semesta alam, Allah Israel: Aku telah mematahkan kuk raja Babel itu.

Dalam dua tahun ini Aku akan mengembalikan ke tempat ini segala perkakas rumah Tuhan yang telah diambil dari tempat ini oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang diangkutnya ke Babel.

Juga Yekhonya bin Yoyakim, raja Yehuda, beserta semua orang buangan dari Yehuda yang dibawa ke Babel akan Kukembalikan ke tempat ini, demikianlah firman Tuhan! Sungguh, Aku akan mematahkan kuk raja Babel itu!"

Lalu berkatalah nabi Yeremia kepada nabi Hananya di depan mata imam-imam dan di depan mata seluruh rakyat yang berdiri di rumah Tuhan itu, kata nabi Yeremia: "Amin! Moga-moga Tuhan berbuat demikian! Moga-moga Tuhan menepati perkataan-perkataan yang kaunubuatkan itu dengan dikembalikannya perkakas-perkakas rumah Tuhan dan semua orang buangan itu dari Babel ke tempat ini.

Hanya, dengarkanlah hendaknya perkataan yang akan kukatakan ke telingamu dan ke telinga seluruh rakyat ini: Nabi-nabi yang ada sebelum aku dan sebelum engkau dari dahulu kala telah bernubuat kepada banyak negeri dan terhadap kerajaan-kerajaan yang besar tentang perang dan malapetaka dan penyakit sampar.

Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh Tuhan." Kemudian nabi Hananya mengambil gandar itu dari pada tengkuk nabi Yeremia, lalu mematahkannya.

Berkatalah Hananya di depan mata seluruh rakyat itu: "Beginilah firman Tuhan: Dalam dua tahun ini begitu jugalah Aku akan mematahkan kuk Nebukadnezar, raja Babel itu, dari pada tengkuk segala bangsa!" Tetapi pergilah nabi Yeremia dari sana.

Maka sesudah nabi Hananya mematahkan gandar dari pada tengkuk nabi Yeremia, datanglah firman Tuhan kepada Yeremia: "Pergilah mengatakan kepada Hananya: Beginilah firman Tuhan: Engkau telah mematahkan gandar kayu, tetapi Aku akan membuat gandar besi sebagai gantinya!

Sebab beginilah firman Tuhan semesta alam, Allah Israel: Kuk besi akan Kutaruh ke atas tengkuk segala bangsa ini, sehingga mereka takluk kepada Nebukadnezar, raja Babel; sungguh, mereka akan takluk kepadanya! Malahan binatang-binatang di padang telah Kuserahkan kepadanya."

Lalu berkatalah nabi Yeremia kepada nabi Hananya: "Dengarkanlah, hai Hananya! Tuhan tidak mengutus engkau, tetapi engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta. Sebab itu beginilah firman Tuhan: Sesungguhnya, Aku menyuruh engkau pergi dari muka bumi. Tahun ini juga engkau akan mati, sebab engkau telah mengajak murtad terhadap Tuhan." Maka matilah nabi Hananya dalam tahun itu juga, pada bulan yang ketujuh.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 119:29,43,79,80,95,102

Ref. Ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku, ya Tuhan.

  1. Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah aku Taurat-Mu.
  2. Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu.
  3. Biarlah berbalik kepadaku orang-orang yang takut kepada-Mu, orang-orang yang tahu peringatan-peringatan-Mu.
  4. Biarlah hatiku tulus dalam ketetapan-ketetapan-Mu, supaya jangan aku mendapat malu.
  5. Orang-orang fasik menantikan aku untuk membinasakan aku; tetapi aku hendak memperhatikan peringatan-peringatan-Mu.
  6. Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku.

Bait Pengantar Injil: Mat 4:4b

Ref. Alleluya, alleluya.

Manusia hidup bukan saja dari makanan, melainkan juga dari setiap sabda Allah.

Bacaan Injil: Mat. 14:13-21

Sekali peristiwa, setelah mendengar berita pembunuhan Yohanes Pembaptis, menyingkirlah Yesus dari situ, dengan naik perahu Ia bermaksud mengasingkan diri ke suatu tempat yang sunyi.

Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa."

Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan." Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan."

Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku." Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.

Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh.Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Senin 1 Agustus 2022

Apa yang akan terjadi pada kita jika kita murah hati? Kami tidak pernah kehabisan hal untuk diberikan baik itu uang, barang, kecerdasan, atau apa pun yang kami berikan dengan murah hati.

Semuanya mengalir kembali sebagai balasannya seratus kali lipat. Mengapa demikian? Alasan dibaliknya adalah, momen yang kita berikan; kita tidak hanya memberi kepada orang yang membutuhkan, kita juga memberi kepada Yesus.

Dan Yesus yang tidak pernah dapat kita kalahkan dalam kemurahan hatinya, memberikan kembali kepada kita berkali-kali atas apa yang kita berikan kepada-Nya.

Orang banyak dalam Injil yang mengikuti Yesus tidak memiliki apa-apa lagi di dalam diri mereka, mereka lapar. Dan Yesus melihat ini, itulah sebabnya Dia dengan murah hati melakukan mukjizat roti dan ikan.

Dengan lima roti dan dua ikan Dia memberi makan hampir lima ribu orang tidak termasuk wanita dan anak-anak. Setelah mereka semua makan, mereka memiliki lebih dari dua belas keranjang anyaman.

Pesan sederhana Injil bagi kita adalah kita harus murah hati setiap saat. Ini karena alasan bahwa kita tidak akan pernah kehabisan apa pun untuk memberi dan semakin banyak kita memberi, semakin banyak yang akan kita terima.

Kita hanya perlu melihat apa yang terjadi selama Misa Kudus yang sangat mirip dengan apa yang terjadi dengan memberi makan lima ribu orang dalam Injil kita. Di dalam setiap Misa Kudus, Yesus dengan murah hati memberikan kepada kita Tubuh, Darah, Jiwa, dan Keilahian-Nya selama Perjamuan Kudus.

Apakah Yesus berhenti memberikan diri-Nya kepada kita selama Misa Kudus? Tidak, Sejak DIA menetapkan Ekaristi sampai saat ini Yesus telah dengan murah hati memberikan diri-Nya kepada kita melalui Perjamuan Kudus.

Sebagaimana Yesus adalah penyayang dan pemurah terutama kepada orang miskin, demikian pula kita harus demikian. Janganlah kita khawatir jika kantong kita akan terluka karena kita penyayang dan murah hati. Karena Yesus akan selalu memastikan bahwa kita akan dipenuhi dengan apa pun yang kita butuhkan.

Demikianlah Renungan Harian Katolik Senin 1 Agustus 2022.