Renungan Harian Katolik Kamis 28 Juli 2022

Renungan Harian Katolik Kamis 28 Juli 2022 Hari Biasa Warna Liturgi Hijau. Bacaan Injil: Mat. 13:47-53 Bacaan Pertama: Yer. 18:1-6.
Renungan Harian Katolik Kamis 28 Juli 2022

Renungan Harian Katolik Kamis 28 Juli 2022 Hari Biasa Warna Liturgi Hijau.

Bacaan Pertama: Yer. 18:1-6

Mazmur Tanggapan: Mzm. 146:2abc,2d-4,5-6

Bait Pengantar Injil: Kis 16:14b

Bacaan Injil: Mat. 13:47-53

{tocify} $title={Daftar isi Bacaan}

Bacaan Pertama: Yer. 18:1-6

Tuhan bersabda kepada Yeremia, “Pergilah segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan sabda-Ku kepadamu.” Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan.

Apabila bejana yang sedang dibuatnya dari tanah liat itu rusak di tangannya, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut keinginannya.

Kemudian bersabdalah Tuhan kepadaku, “Masakan Aku tidak bertindak terhadap kalian seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah sabda Tuhan. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kalian di tangan-Ku, hai kaum Israel!
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 146:2abc,2d-4,5-6

Ref. Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong.

  1. Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.
  2. Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak – manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan. Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksud hatinya.
  3. Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada Tuhan, Allahnya: Dialah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil: Kis 16:14b

Ref. Alleluya

Tuhan, bukalah hati kami, supaya kami memperhatikan sabda Putra-Mu.

Bacaan Injil: Mat. 13:47-53

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada orang banyak, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan pelbagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu ditarik orang ke pantai.

Lalu mereka duduk dan dipilihlah ikan-ikan itu, ikan yang baik dikumpulkan ke dalam pasu, yang buruk dibuang. Demikianlah juga pada akhir zaman. Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar.

Yang jahat lalu mereka campakkan ke dalam dapur api. Di sana akan ada ratapan dan kertak gigi. Mengertikah kalian akan segala hal ini?” Orang-orang menjawab, “Ya, kami mengerti.”

Maka bersabdalah Yesus kepada mereka, “Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran hal Kerajaan Allah seumpama seorang tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendahraannya.” Setelah selesai menyampaikan perumpamaan itu, Yesus pergi dari sana.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Kamis 28 Juli 2022

Dalam perikop Injil hari ini, Yesus memberi tahu murid-muridnya bahwa Kerajaan Surga itu seperti jala yang dibuang ke laut. Secara alami jaring mengumpulkan berbagai jenis ikan dan benda-benda lainnya. Ketika jaring sudah penuh, orang-orang itu menariknya ke darat.

Namun, jaring biasanya akan mengumpulkan lebih dari ikan, termasuk objek acak atau spesies kehidupan laut yang tidak berguna untuk tujuan mereka. Jadi, ketika para nelayan membawa jala ke darat, mereka harus memisahkan yang baik dan yang tidak berguna.

Secara alami, mereka membuang apa yang tidak bisa mereka gunakan. Yesus kemudian mengajukan analogi lain. Ia memberi tahu murid-muridnya, ”Para malaikat akan memisahkan orang fasik dari orang benar dan orang fasik akan dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala di mana akan ada banyak ratapan dan kertakan gigi.”

Sangat mudah bagi kita untuk mengkategorikan diri kita sebagai orang benar atau jahat, tetapi saya berasumsi bahwa kita menunjukkan sedikit kualitas masing-masing, tergantung pada apa yang terjadi dalam hidup kita.

Namun, ketika kita menyadari bahwa kita berada di ruang yang "jahat" atau tidak produktif, kita memiliki kesempatan untuk bergerak menuju ruang yang "benar" atau damai! Hari ini saya mengajak Anda untuk waspada dan waspada! Maafkan diri Anda jika Anda menyadari bahwa Anda sedang mengeluh, kesal, atau tegang hari ini.

Kemudian secara sadar pindah ke sikap damai dan penuh kasih. Apa yang Anda alami dalam proses ini? Mudah-mudahan, Anda akan menyukai perbedaannya. Kita dapat memilih suasana hati dan sikap kita!

Demikianlah Renungan Harian Katolik Kamis 28 Juli 2022.