Renungan Harian Katolik Rabu 13 Juli 2022

Renungan Harian Katolik Rabu 13 Juli 2022 Peringatan fakultatif St. Henrikus Warna Liturgi Hijau. Bacaan Injil: Mat. 11:25-27
Renungan Harian Katolik Rabu 13 Juli 2022

Renungan Harian Katolik Rabu 13 Juli 2022 Peringatan fakultatif St. Henrikus Warna Liturgi Hijau.

Bacaan Pertama: Yes. 10:5-7,13-16

Mazmur Tanggapan: Mzm. 94:5-6,7-8,9-10,14-15

Bait Pengantar Injil: Mat 11:25

Bacaan Injil: Mat. 11:25-27

{tocify} $title={Daftar isi Bacaan}

Bacaan Pertama: Yes. 10:5-7,13-16

Celakalah Asyur, yang menjadi cambuk murka-Ku dan yang menjadi tongkat amarah-Ku! Aku akan menyuruhnya terhadap bangsa yang murtad, dan Aku akan memerintahkannya melawan umat sasaran murka-Ku, untuk melakukan perampasan dan penjarahan, dan untuk menginjak-injak mereka seperti lumpur di jalan.

Tetapi dia sendiri tidak demikian maksudnya dan tidak demikian rancangan hatinya, melainkan niat hatinya ialah hendak memunahkan dan hendak melenyapkan tidak sedikit bangsa-bangsa.

Sebab ia telah berkata: "Dengan kekuatan tanganku aku telah melakukannya dan dengan kebijaksanaanku, sebab aku berakal budi; aku telah meniadakan batas-batas antara bangsa, dan telah merampok persediaan-persediaan mereka, dengan perkasa aku telah menurunkan orang-orang yang duduk di atas takhta.

Seperti kepada sarang burung, demikianlah tanganku telah menjangkau kepada kekayaan bangsa-bangsa, dan seperti orang meraup telur-telur yang ditinggalkan induknya, demikianlah aku telah meraup seluruh bumi, dan tidak seekorpun yang menggerakkan sayap, yang mengangakan paruh atau yang menciap-ciap."

Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya, atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya? seolah-olah gada menggerakkan orang yang mengangkatnya, dan seolah-olah tongkat mengangkat orangnya yang bukan kayu!

Sebab itu Tuhan, Tuhan semesta alam, akan membuat orang-orangnya yang tegap menjadi kurus kering, dan segala kekayaannya akan dibakar habis, dengan api yang menyala-nyala.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 94:5-6,7-8,9-10,14-15

Ref. Tuhan tidak akan membuang umat-Nya.

  1. Umat-Mu, ya Tuhan, mereka remukkan, dan milik-Mu sendiri mereka tindas; janda dan orang asing mereka sembelih, dan anak-anak yatim mereka bunuh;
  2. Mereka berkata: "Tuhan tidak melihatnya, dan Allah Yakub tidak mengindahkannya." Perhatikanlah, hai orang-orang bodoh di antara rakyat! Hai orang-orang bebal, bilakah kamu memakai akal budimu?
  3. Dia yang menanamkan telinga, masakan tidak mendengar? Dia yang membentuk mata, masakan tidak memandang? Dia yang menghajar bangsa-bangsa, masakan tidak akan menghukum? Dia yang mengajarkan pengetahuan kepada manusia?
  4. Sebab Tuhan tidak akan membuang umat-Nya, dan milik-Nya sendiri tidak akan ditinggalkan-Nya; sebab hukum akan kembali kepada keadilan, dan akan diikuti oleh semua orang yang tulus hati.

Bait Pengantar Injil: Mat 11:25

Ref. Alleluya, alleluya, alleluya, alleluya.

Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.

Bacaan Injil: Mat. 11:25-27

Sekali peristiwa berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.

Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Rabu 13 Juli 2022

Dalam perikop ini penginjil hendak menegaskan kesatuan antara Bapa dan Putera. Putera hanya berasal dari Bapa, dan semua perutusan Putera berasal dari perutusan Bapa. Dengan demikian, kehadiran Putera berarti juga kehadiran Bapa.

Kehendak dari Bapa adalah keselamatan manusia. Maka kehadiran Putera juga menjadi kehadiran keselamatan dari Bapa. Keselamatan itu ditawarkan kepada semua orang, tanpa kecuali dan tanpa penggolongan. Namun demikian, kenyataan manusiawi justru menggolongkan dirinya sendiri, yang pandai bijka dan orang yang tidak pandai.

Tawaran keselamatan Bapa diberikan kepada semua manusia. Namun tanggapan tawaran itu tidak diterima oleh semua manusia. Untuk sampai kepada Bapa, manusia membutuhkan Yesus, yang adalah Putera tunggal Bapa yang menjadi manusia.

Kenyataan manusiawi-Nya menjadikan kita mampu dan bisa untuk berkomunikasi dengan Bapa, memampukan kita untuk menjalin relasi kembali dengan Bapa yang sebelumnya hancur karena dosa.

Dalam sabda dan karaya-Nya, Yesus senantiasa memberitakan kabar keselamatan. Dalam kerangka itu, Yesus memilih orang-orang yang tertentu untuk menjadi bagian dari karya-Nya. Sebagai manusia biasa, Yesus hidup dalam masa dan tempat tertentu.

Maka dari itu, orang-orang pilihan-Nya ada penerus yang ulung, yang tidak mungkin bisa datang kepada Bapa jika Putera tidak memilih dan memanggil mereka.

Proses perjalanan sejarah keselamatan Kristus berlangsung begitu lama dan melalui berbagai zaman, melintasi berbagai benua, dan saat ini sampailah pada diri kita masing-masing, di daerah tertentu, di zona geografis tertentu, di kebudayaan yang tertentu pula.

Namun demikian, sebagai pengikut Kristus, di segala penjuru dunia kita adalah satu, yakni satu kesatuan dalam Kristus Yesus. Kita tidak mungkin datang kepada-Nya jika Ia tidak memanggil dan menghendaki kita.

Sebagai orang yang sudah dibaptis, saat ini kita ambil bagian dalam karya keselamatan Bapa yang diterjemahkan dalam kehadiran Kristus Yesus yang menjadi manusia. Bahasa manusialah yang dipakai Bapa untuk menyapa dan menyelamatkan kita.

Karya itu diteruskan oleh para rasul, bapa Gereja, dan orang-orang Kristiani dari zaman ke zaman. Sampai akhirnya pada diri kita saat ini.

Dengan demikian, kita juga ikut ambil bagian dalam karya keselamatan Bapa dalam bahasa manusiawi. Dalam kehidupan kita saat inilah kita diutus untuk membawa rahmat keselamatan itu kepada orang yang kita jumpai.

Kehadiran kita sudah semestinya berdimensi keselamatan, bukan justru sebaliknya, karena kita sudah menyandang rahmat baptisan Kristus Yesus.

Maka mari kita juga bersyukur jika kehadiran kita menjadikan orang lain lebih baik. Mari kita bersyukur mungkin karena kehadiran kita, orang lain mendapat anugerah keselamatan.

Namun kita tetap sadar dan ingat bahwa bukan pertama-tama karena kita mereka menjadi demikian. Kristus Yesus yang kita terima lah yang memanggil mereka. Kita yakin dan percaya bahwa ” tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.”

Demikianlah Renungan Harian Katolik Rabu 13 Juli 2022.